Dalam dunia industri modern, penerapan safety culture menjadi fondasi penting untuk memastikan keselamatan dan produktivitas kerja. Menurut International Labour Organization (ILO), budaya keselamatan yang kuat mampu menekan angka kecelakaan dan meningkatkan kinerja operasional. Safety culture bukan sekadar memahami prosedur, tetapi membentuk kebiasaan untuk mengenali risiko, berkomunikasi secara terbuka, dan menerapkan langkah pencegahan yang konsisten.
Dukungan manajemen puncak sangat berpengaruh dalam membangun budaya keselamatan. Occupational Safety and Health Administration (OSHA) menekankan bahwa keterlibatan pekerja dalam pengelolaan risiko akan meningkatkan kepedulian dan disiplin terhadap prosedur keselamatan. Ketika karyawan merasa dilibatkan, mereka lebih aktif dalam melaporkan potensi bahaya.
Secara bisnis, safety culture terbukti membawa keuntungan. National Safety Council (NSC) mencatat bahwa perusahaan yang berinvestasi pada keselamatan memiliki downtime lebih rendah, produktivitas lebih tinggi, dan retensi karyawan yang lebih baik karena lingkungan kerja yang aman. Sejalan dengan itu, Health and Safety Executive (HSE) menegaskan bahwa penerapan budaya keselamatan yang konsisten, ditopang komunikasi dan keteladanan manajemen, merupakan strategi penting untuk memastikan keberlanjutan perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin kompleks.
Author & Editor. Dilah Adi Tri D











