HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) adalah metode sistematis untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan menentukan langkah pengendalian di tempat kerja untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Metode ini penting dalam penerapan Sistem Manajemen K3 dan selaras dengan standar internasional ISO 45001. Di Indonesia, konsep identifikasi bahaya dan pengendalian risiko sesuai dengan regulasi K3 dalam UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
Hazard Identification adalah proses mengenali sumber potensi bahaya yang dapat menyebabkan cedera, kerusakan aset, atau gangguan operasional, termasuk bahaya fisik, kimia, biologis, ergonomi, dan psikoseksual dari aktivitas kerja sehari-hari. Identifikasi dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara pekerja, dan analisis dokumen untuk memetakan risiko secara komprehensif.
Risk Assessment adalah tahap menganalisis kemungkinan dan keparahan bahaya yang teridentifikasi. Penilaian ini sering menggunakan matriks risiko untuk menentukan kategori risiko seperti rendah, sedang, tinggi, atau ekstrem. Dengan melakukan risk assessment secara sistematis, perusahaan dapat memprioritaskan pengendalian pada risiko dengan tingkat tertinggi guna meminimalkan potensi kerugian.
Determining Control adalah tahap penentuan langkah pengendalian risiko berdasarkan hierarki pengendalian yang direkomendasikan secara internasional. Hierarki tersebut meliputi eliminasi, substitusi, rekayasa teknik (engineering contriol), pengendalian administratif, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD) sebagai langkah terakhir. Pendekatan ini memastikan bahwa pengendalian dilakukan secara efektif dan berkelanjutan, bukan sekadar reaktif setelah terjadi insiden.
Penerapan HIRADC yang konsisten meningkatkan budaya keselamatan kerja dan memenuhi kewajiban hukum terkait K3. Dokumentasi yang baik menjadi bukti kepatuhan saat audit dan sertifikasi ISO 45001. HIRADC adalah strategi preventif untuk melindungi tenaga kerja dan menjaga keberlangsungan bisnis.
Dalam praktiknya, penyusunan HIRADC memerlukan pemahaman teknis, pengalaman lapangan, serta kemampuan analisis risiko yang tepat agar hasilnya akurat dan aplikatif. Kesalahan dalam mengidentifikasi bahaya atau menentukan pengendalian dapat berdampak serius terhadap keselamatan pekerja maupun reputasi perusahaan. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan profesional sangat dibutuhkan untuk memastikan implementasi HIRADC berjalan optimal dan sesuai regulasi.
PT Aurora Bisnis Internasional, sebagai perusahaan konsultan dan pelatihan K3 profesional, siap membantu organisasi Anda dalam penyusunan dokumen HIRADC, implementasi SMK3, dan persiapan sertifikasi ISO 45001. Dengan tim ahli berpengalaman, kami berkomitmen menjadi mitra strategis untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan patuh regulasi.
Author: Dilah Adi Tri D











