Modernisasi teknologi, otomatisasi sistem, dan digitalisasi di berbagai lini memang membuat pekerjaan lebih cepat dan efisien. Namun, perubahan ini juga menghadirkan tekanan psikologis baru yang berdampak pada kondisi mental generasi pekerja muda. Pekerja Milenial dan Gen Z dihadapkan pada tuntutan untuk terus beradaptasi, belajar teknologi baru, dan bekerja dalam ritme yang serba cepat.
Overload informasi, persaingan kerja yang semakin ketat, serta ekspektasi untuk selalu responsif menjadi faktor yang memicu stres dan kelelahan mental. Jika tidak dikelola dengan baik, seluruh kondisi tersebut dapat menurunkan produktivitas dan memengaruhi kesehatan mental secara signifikan.
Dalam konteks Sistem Manajemen K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), kesehatan mental semestinya menjadi perhatian utama. K3 tidak hanya mencakup perlindungan fisik pekerja, tetapi juga kesejahteraan psikologis mereka. Generasi muda cenderung menghadapi stres kerja lebih tinggi akibat multitasking, tekanan target, serta budaya kerja fleksibel yang terkadang menghapus batas antara waktu kerja dan kehidupan pribadi. Hal ini berpotensi menimbulkan burnout, menurunnya fokus, hingga meningkatnya risiko kecelakaan kerja.
Sistem Manajemen K3 berbasis digital sebenarnya dapat menjadi solusi pendukung. Meski demikian, perusahaan tetap perlu mengimbangi penggunaan teknologi dengan pendekatan human-centered yang mengutamakan faktor psikologis pekerja.
Program pendampingan kesehatan mental, kebijakan kerja fleksibel yang sehat, serta ruang komunikasi terbuka antara pekerja dan manajemen merupakan strategi penting dalam menjaga kesejahteraan mental generasi Milenial dan Gen Z. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Perusahaan seperti PT Aurora Bisnis Internasional memiliki peran strategis dalam mendukung penerapan K3 yang holistik. Melalui penguatan budaya kesehatan mental, pelatihan adaptasi digital, serta pengembangan sistem manajemen kerja yang relevan dengan kebutuhan generasi muda, perusahaan dapat memastikan transformasi digital berjalan efektif. Pada akhirnya, keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kesiapan mental para pekerja yang menjalankannya.
Author. Endah Haryati
Editor. Dilah Adi Tri D











