Forum Anti Fraud (AFF) – Q2 2026 Dari Strategi Anti Fraud Menuju Sistem Pengendalian Fraud Terintegrasi, Adaptif, dan Berbasis Risiko Pada Mandiri Group

Jun 24, 2026

Forum Anti Fraud (AFF) Q2 2026 Mandiri Group di Jakarta pada 10 Juni 2026 bertujuan memperkuat pengendalian fraud dan kepatuhan regulasi di sektor perbankan dan perusahaan pembiayaan. Dengan tema “Sistem Pengendalian Fraud Terintegrasi, Adaptif, dan Berbasis Risiko,” acara ini menekankan sinergi antara pengelolaan risiko fraud, kepatuhan, dan tata kelola perusahaan di industri keuangan yang semakin digital.

Integrasi Fraud Control dan Compliance dalam Tata Kelola Perusahaan

Industri keuangan memerlukan pengendalian fraud yang terintegrasi dengan kepatuhan. Sesuai rekomendasi Basel Committee, institusi keuangan perlu memiliki sistem pengendalian internal untuk memastikan kepatuhan dan meminimalkan risiko operasional, termasuk fraud.

Forum ini menekankan bahwa compliance adalah bagian integral dari strategi bisnis yang melindungi organisasi dari risiko hukum, reputasi, dan finansial. Dengan menggabungkan pendekatan anti fraud dan compliance, perusahaan dapat membangun sistem kontrol yang lebih kuat dan mendeteksi potensi pelanggaran lebih awal.

Penguatan Kepatuhan Regulasi di Industri Perbankan dan Pembiayaan

Dalam sesi Forum Anti Fraud (AFF) Q2 2026, dibahas tantangan regulasi yang dihadapi industri perbankan dan pembiayaan, termasuk implementasi kebijakan anti pencucian uang/Anti Money Laundry (AML) dan pencegahan pendanaan terorisme/Council on Foreign Relations (CFT). Kerangka regulasi ini sejalan dengan standar Financial Action Task Force (FATF) untuk menjaga integritas sistem keuangan.

Peserta forum mendapatkan wawasan tentang pentingnya digital compliance melalui pemanfaatan teknologi seperti data analytics, artificial intelligence, dan automated monitoring system. Pendekatan ini memungkinkan institusi keuangan untuk proaktif dalam mengidentifikasi potensi pelanggaran regulasi dan risiko fraud.

Sistem Pengendalian Berbasis Risiko yang Terintegrasi

AFF Q2 2026 fokus pada kepatuhan dan penanggulangan fraud berbasis risiko mengacu ISO 31000. Pendekatan ini membantu perusahaan di industri perbankan dan pembiayaan memprioritaskan area dengan potensi risiko tertinggi terkait fraud dan pelanggaran regulasi. Hal ini memungkinkan alokasi sumber daya yang lebih efektif, sehingga sistem pengendalian menjadi lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.

Peran Konsultan dalam Penguatan Sistem Anti Fraud dan Compliance

Dr. Subramanian Anbanathan berbagi strategi penguatan fraud dan compliance di sektor jasa keuangan. Beliau menekankan pentingnya integrasi governance, risk, compliance (CRC), dan teknologi sebagai fondasi untuk membangun organisasi yang tangguh terhadap risiko. Keberhasilan anti-fraud dan kepatuhan bergantung pada integritas serta kesiapan beradaptasi.

Forum ini menekankan GRC terpadu sebagai fondasi pengelolaan risiko masa depan. Organisasi meningkatkan efektivitas pengawasan internal sekaligus memperkuat kepercayaan regulator, investor, dan nasabah melalui pembaruan sistem kontrol yang adaptif.

PT Aurora Bisnis Internasional memperkuat sistem anti-fraud, kepatuhan, GRC, ISO 37001, dan regulasi perbankan. Melalui konsultasi, pelatihan, dan pendampingan, PT Aurora membantu perusahaan membangun tata kelola yang adaptif, terintegrasi, dan sesuai standar internasional. PT Aurora Bisnis Internasional membantu organisasi memperkuat integritas, kepatuhan, dan ketahanan bisnis menghadapi tantangan regulasi dan risiko kompleks.

Author: Dilah Adi Tri D

Search

Kegiatan Lainnya