Apa Itu Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut (PAPA)? Jenis, Fungsi, dan Persyaratan K3

Sep 4, 2026

Pesawat Angkat dan Angkut (PAPA) merupakan kelompok peralatan yang memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan pemindahan, pengangkatan, penurunan, maupun pengaturan posisi benda, muatan, atau orang dalam berbagai aktivitas industri. Peralatan ini banyak digunakan pada sektor konstruksi, manufaktur, pertambangan, energi, pergudangan, logistik, hingga industri lainnya yang membutuhkan proses material handling. Dalam konteks K3, penggunaan PAPA harus memperhatikan karakteristik teknis, kapasitas, metode pengoperasian, dan potensi bahaya. Regulasi K3 mengenai Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut diatur dalam Permenaker Nomor 8 Tahun 2020.

Mengenal Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut

Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut (PAPA) dibedakan berdasarkan fungsi: pesawat angkat mengangkat dan mengatur posisi benda, sedangkan pesawat angkut memindahkan benda atau orang secara horizontal, vertikal, atau diagonal. Kegagalan komponen dan kesalahan pengoperasian dapat menimbulkan risiko serius bagi pekerja dan aset perusahaan. Pengendalian PAPA harus mencakup aspek teknis peralatan dan kompetensi personel dalam pemasangan, pengoperasian, pemeliharaan, serta pemeriksaan dan pengujian. Permenaker No. 8 Tahun 2020 mengatur keberadaan teknisi, operator, juru ikat, dan Ahli K3 Pesawat Angkat dan Angkut dalam pelaksanaan pekerjaan terkait peralatan tersebut.

Jenis dan Fungsi PAPA dalam Kegiatan Industri

Jenis Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut cukup beragam karena disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan dan karakteristik material yang dipindahkan. Dalam praktik industri, peralatan ini meliputi berbagai jenis crane, pesawat angkut, dan alat untuk memindahkan material atau orang. Perbedaan jenis tersebut membuat perusahaan perlu menentukan peralatan berdasarkan kapasitas, kondisi area kerja, karakteristik beban, lintasan pergerakan, serta kebutuhan operasional. Keselamatan pengangkatan bergantung pada alat bantu seperti sling, spreader bar, dan perlengkapan pendukung seperti shackle dan clamp. Permenaker No. 8 tahun 2020, alat bantu harus mencantumkan kapasitas beban kerja aman dan memenuhi standar keselamatan yang berlaku.

Fungsi PAPA adalah membantu perusahaan dalam material handling yang efisien dan mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia untuk memindahkan beban berat. Namun, peningkatan efisiensi tersebut harus berjalan beriringan dengan pengendalian risiko. Operator harus memahami karakteristik peralatan, sedangkan juru ikat memastikan pengangkatan muatan aman. Regulasi mencakup pemeriksaan pengikatan, pemilihan alat bantu sesuai kapasitas, serta pemberian aba-aba sebagai bagian dari tugas rigger. Keselamatan operasional PAPA bergantung pada kondisi mesin dan koordinasi antara operator, rigger, teknisi, dan personel K3 yang kompeten dan berwenang.

Persyaratan K3 Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut

Penerapan K3 PAPA mencakup pemasangan, pengoperasian, pemeliharaan, perbaikan, hingga pemeriksaan dan pengujian. Untuk memastikan keselamatan, perusahaan harus menugaskan personel yang kompeten dan berwenang sesuai bidangnya. Selain itu, Permenaker No. 8 Tahun 2020 mewajibkan pembuktian kompetensi melalui sertifikat dan kewenangan Teknisi, Operator, serta Rigger melalui lisensi. Selain itu, perusahaan perlu memeriksa alat, menyesuaikan kapasitas, melakukan pemeliharaan rutin, dan segera mengganti alat yang rusak.

Perusahaan harus menerapkan K3 Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut secara konsisten, bukan hanya memiliki dokumen atau lisensi. Penggunaan peralatan harus sesuai kapasitas, personel perlu kompeten, serta pemeriksaan dan pengujian harus dilakukan sesuai ketentuan, dengan pemantauan kondisi alat bantu sebelum pekerjaan dimulai. Hal ini menjadi semakin penting karena regulasi pengawasan ketenagakerjaan juga mengalami pembaruan. Permenaker No. 11 Tahun 2026 tentang Pengawasan Ketenagakerjaan, yang berlaku sejak 3 Juli 2026, mencabut beberapa ketentuan dalam Permenaker No. Pada tahun 2020, terdapat ketentuan pengawasan dan pengujian baru. Perusahaan perlu membaca regulasi PAPA dan ketentuan terbaru agar implementasi K3 sesuai dengan hukum yang berlaku.

Pentingnya Kompetensi Operator dan Personel PAPA

Pada akhirnya, keberadaan peralatan yang memenuhi persyaratan teknis belum cukup apabila perusahaan tidak memastikan kompetensi orang yang mengoperasikan dan mengelolanya. Operator PAPA harus memahami prosedur operasi, batas kapasitas, kondisi lingkungan, pemeriksaan sebelum operasi, dan tindakan dalam situasi tidak aman. Rigger harus dapat mengidentifikasi bahaya, memilih serta memeriksa alat bantu, melakukan pengikatan sesuai prosedur, dan memberi aba-aba kepada operator jika perlu. Penguatan kompetensi dapat dilakukan melalui training dan sertifikasi K3 Pesawat Angkat dan Angkut. PT Aurora Bisnis Internasional menyediakan layanan ini, termasuk Inhouse Training Operator PAPA untuk PT Tanjung Power Indonesia pada 6-9 Juli 2026 di Tabalong. PT Aurora Bisnis Internasional siap membantu perusahaan meningkatkan kompetensi dan memenuhi kebutuhan K3 melalui layanan training, konsultasi, dan assessment.

Memahami Pesawat Angkat dan Angkut melibatkan pengawasan aktivitas pengangkatan dan pemindahan agar aman. Perusahaan harus memandang PAPA sebagai bagian dari sistem keselamatan kerja yang mencakup kelayakan peralatan, kompetensi, prosedur, pemeriksaan, pemeliharaan, dan pengawasan berkelanjutan. Pendekatan ini membuat PAPA mendukung produktivitas, efisiensi, serta membangun budaya kerja yang aman dan bertanggung jawab.

Author: Dilah Adi Tri D

Search

Kegiatan Lainnya