Training ESG dan Carbon Management semakin penting bagi perusahaan untuk mengelola lingkungan, sosial, tata kelola, dan risiko perubahan iklim. ESG kini melampaui laporan keberlanjutan, berkontribusi pada identifikasi risiko, penentuan prioritas, pengukuran kinerja, dan strategi bisnis jangka panjang. Di Indonesia, prinsip keberlanjutan diatur oleh POJK Nomor 51/POJK.03/2017, yang mewajibkan Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik untuk menerapkan keuangan berkelanjutan dan menyampaikan Laporan Keberlanjutan. Perusahaan membutuhkan SDM yang memahami konsep ESG dan dapat menerjemahkannya menjadi data, kebijakan, program, indikator kinerja, dan keputusan yang relevan.
Mengapa Kompetensi ESG dan Carbon Management Penting bagi Perusahaan?
Perusahaan kini semakin membutuhkan kompetensi ESG karena kualitas pengelolaan risiko dan informasi menentukan keberlanjutan bisnis mereka. Oleh karena itu, standar IFRS S1 mewajibkan perusahaan untuk mengungkapkan berbagai informasi terkait risiko dan peluang keberlanjutan yang secara makul (reasonably) dapat memengaruhi prospek bisnis. Sementara itu, IFRS S2 secara khusus membahas pengungkapan terkait risiko dan peluang iklim. Artinya, perusahaan perlu memiliki personel yang mampu memahami hubungan antara isu keberlanjutan dengan kegiatan operasional dan strategi bisnis. Dalam konteks lingkungan, Carbon Management adalah kemampuan perusahaan untuk memahami, mengukur, mencatat, dan mengurangi emisi, serta memantau pencapaiannya. Oleh karena itu, melalui kompetensi tersebut, perusahaan tidak hanya menghentikan pengelolaan karbon pada sekadar pelaporan angka emisi, melainkan mengintegrasikannya ke dalam proses perbaikan kinerja secara berkelanjutan.
Apa yang Dipelajari dalam Training ESG dan Carbon Management?
Training ESG dan Carbon Management memberikan pemahaman tentang konsep ESG dan pengelolaan karbon. Oleh karena itu, peserta akan mempelajari prinsip ESG, manajemen risiko, serta hubungannya dengan strategi dan pelaporan keberlanjutan. Pada materi Manajemen Karbon, cakupan mencakup inventarisasi emisi gas rumah kaca—mulai dari penentuan batas organisasi, pengumpulan data, hingga strategi pengurangan emisi. Selain itu, peserta juga membedakan GHG Protocol ke dalam Scope 1 (langsung), Scope 2 (energi), dan Scope 3 (tidak langsung) agar mampu memetakan sumber emisi secara akurat untuk pengambilan keputusan strategis.
Pengelolaan karbon juga membutuhkan pendekatan yang sistematis terhadap kualitas data. ISO 14064-1:2018 menetapkan prinsip dan persyaratan untuk kuantifikasi dan pelaporan emisi gas rumah kaca di tingkat organisasi. Kompetensi Carbon Management harus meliputi perhitungan emisi, batas inventarisasi, sumber data, metodologi, konsistensi perhitungan, dan penggunaan hasil untuk penurunan emisi. Pendekatan ini strategis saat perusahaan menghubungkan data karbon dengan target keberlanjutan, efisiensi energi, pengelolaan risiko iklim, dan kebutuhan pengungkapan. IFRS S2 mengatur pengungkapan Scope 1,Scope 2, dan Scope 3 serta informasi terkait risiko, peluang, target, dan kinerja iklim.
Bagaimana Training ESG dan Carbon Management Mendukung Strategi Perusahaan?
Manfaat Training ESG dan Carbon Management paling optimal jika diterapkan secara lintas fungsi, melibatkan tim sustainability, HSE/K3, operasional, engineering, procurement, finance, dan manajemen risiko untuk menyediakan data dan menjalankan strategi keberlanjutan. Perusahaan dapat mulai dengan memetakan isu ESG, mengidentifikasi data emisi, mengevaluasi risiko iklim, dan menetapkan target yang terukur. Data karbon membantu mengidentifikasi area emisi tinggi untuk prioritas pengurangan. Pendekatan ini membantu perusahaan mengintegrasikan ESG, manajemen karbon, efisiensi operasional, dan pelaporan keberlanjutan, menjadikan keberlanjutan bagian dari bisnis. OJK juga mengharuskan strategi keberlanjutan dan ringkasan kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial dalam Laporan Keberlanjutan.
Perusahaan yang ingin meningkatkan kesiapan internal dapat melakukan pelatihan untuk membangun pemahaman seragam dan memperkuat kemampuan praktis personel. Peserta perlu memahami framework yang digunakan, cara pengumpulan data, pengendalian kualitas data, perhitungan emisi, dan penerjemahan hasil menjadi rekomendasi perbaikan. Dengan kompetensi tersebut, perusahaan dapat mengembangkan sistem pengelolaan karbon yang konsisten. PT Aurora Bisnis Internasional menawarkan training untuk membantu organisasi memahami penerapan ESG dan Carbon Management, termasuk pengelolaan lingkungan, inventarisasi emisi, strategi keberlanjutan, dan pengembangan sistem manajemen yang relevan.
Training ESG dan Carbon Management meningkatkan pengetahuan serta menjadi strategi perusahaan dalam membangun kompetensi keberlanjutan. Perusahaan yang memahami ESG dan mengelola data karbon dengan baik akan lebih siap mengidentifikasi risiko, mengukur kinerja lingkungan, menetapkan target realistis, dan melaporkan progres keberlanjutan kepada pemangku kepentingan. Pengembangan kompetensi harus selaras dengan perbaikan data, tata kelola, operasional, dan strategi perusahaan untuk memastikan hasil yang nyata dan terukur.
Author: Dilah Adi Tri D











