Mengenal CDP Scoring: Apa Arti Skor A, B, C, D, dan F?

Agu 27, 2026

CDP menilai pemahaman, pengelolaan, dan pengungkapan dampak lingkungan perusahaan melalui CDP Scoring. Penilaian ini mengevaluasi tidak hanya keberadaan data lingkungan, tetapi juga kemajuan perusahaan dalam praktik lingkungan. Metodologi CDP menentukan peringkat perusahaan dari skor D hingga A berdasarkan empat tingkatan: Disclosure, Awareness, Management, dan Leadership.” Penilaian ini mengukur kualitas pengungkapan dan kematangan pengelolaan isu lingkungan, bukan kinerja lingkungan absolut. Skor CDP memetakan posisi, kematangan, dan area perbaikan perusahaan.

Arti Skor A, B, C, D, dan F dalam CDP Scoring

Pada dasarnya, skor CDP terbagi dalam empat tingkat kematangan. 

  1. Tingkat D / D- (Disclosure) menunjukkan bahwa perusahaan berfokus pada pengungkapan informasi terkait dampak lingkungan.
  2. Tingkat C / C- (Awareness): Menunjukkan pemahaman dasar atas hubungan antara aktivitas bisnis dan dampak lingkungan.
  3. Tingkat B / B- (Management): Menandakan langkah aktif perusahaan dalam mengelola dampak tersebut melalui kebijakan dan tindakan nyata.
  4. Tingkat A / A- (Leadership): Tingkatan tertinggi yang mencerminkan transparansi penuh serta penerapan praktik terbaik (best practices) dalam isu lingkungan. CDP menerapkan Kriteria Esensial, sehingga perusahaan tidak hanya mengumpulkan poin untuk naik level, tetapi juga harus memenuhi persyaratan penting dalam metodologi scoring.

Proses penyederhanaan menampilkan urutan D -> C -> B -> A, yang mana setiap tingkat menunjukkan perkembangan kematangan yang berbeda. D berfokus pada penggunaan informasi, C pada pemahaman dampak dan risiko, B pada pengelolaan dan tindakan, sedangkan A pada penerapan praktik terbaik dan kepemimpinan lingkungan. Skor C tidak berarti perusahaan gagal dalam pengelolaan lingkungan, dan skor B tidak otomatis menunjukkan pencapaian praktik terbaik. Setiap tingkatan menunjukkan posisi perusahaan dalam perjalanan menuju pengelolaan lingkungan yang lebih matang.

Lalu, bagaimana dengan skor F? Berbeda dari A hingga D, F bukan merupakan tingkatan performa lingkungan. CDP memberi skor F jika perusahaan tidak menyediakan informasi yang memadai untuk penilaian. Dengan kata lain, F berkaitan dengan kurangnya informasi untuk penilaian, bukan berarti CDP menyatakan perusahaan memiliki kinerja lingkungan terburuk. CDP memberikan status tersebut ketika perusahaan tidak merespons atau tidak menyediakan informasi yang memadai. Karena itu, perusahaan perlu membedakan skor evaluasi CDP dari status ketika data tidak tersedia untuk dinilai.

Mengapa CDP Scoring Penting bagi Perusahaan?

CDP Scoring sangat penting karena hasil penilaiannya membantu perusahaan memahami tingkat kematangan pengelolaan dan pengungkapan informasi lingkungannya. Skor tersebut membantu mengidentifikasi kesenjangan dalam data emisi, pemetaan risiko iklim, tata kelola, dan tindakan perusahaan. CDP memperbarui metodologi scoring setiap tahun untuk mencerminkan praktik terbaik, sehingga perusahaan harus memperhatikan panduan yang berlaku untuk siklus pengungkapan saat ini.

Dalam praktiknya, meningkatkan skor CDP bukan berarti sekadar “mengejar nilai A”. Perusahaan harus menyusun dan membuktikan fondasi data serta sistem pengelolaan lingkungan melalui laporan pengungkapan. Kualitas data emisi, konsistensi inventarisasi, identifikasi risiko, keterlibatan manajemen, target, strategi pengurangan emisi, dan pemantauan kemajuan perlu terhubung dalam pendekatan sistematis. CDP menilai respons perusahaan berdasarkan metodologi penilaian yang ditetapkan. Karena itu, perusahaan perlu memastikan seluruh informasi penting tercantum langsung dalam respons, bukan hanya melalui tautan atau lampiran eksternal.

Tingkatkan CDP Scoring dengan memperbaiki kualitas data lingkungan dan menghubungkan data emisi dengan strategi pengurangan karbon serta pengelolaan risiko. Proses ini perlu melibatkan fungsi sustainability, HSE/K3 Lingkungan, operasional, energi, finance, procurement, dan manajemen risiko. Perusahaan mendorong perbaikan kinerja dan transparansi lingkungan melalui pendekatan sistematis.

Memahami CDP Scoring lebih dari sekadar mengetahui tingkatan, seperti A sebagai tertinggi dan F sebagai informasi yang tidak memadai. Setiap level menunjukkan kematangan perusahaan dalam mengelola isu lingkungan: D membangun keterbukaan, C meningkatkan pemahaman risiko, B menerapkan pengelolaan, dan A memimpin praktik terbaik lingkungan. Perusahaan harus mengacu pada metodologi penilaian dan panduan resmi CDP yang terbaru untuk memastikan proses pengungkapan, evaluasi, dan peningkatan skor sesuai ketentuan.

Author: Dilah Adi Tri D

Search

Kegiatan Lainnya